Edit Template

Asmat Cultural Archives and Research Center

Asmat Cultural Archives and Research Center

adalah lembaga independen di bawah naungan Ordo Salib Suci. Lembaga ini berfokus pada pelestarian, pencatatan, dan pemanfaatan arsip yang berkaitan dengan sejarah dan budaya masyarakat Asmat. Arsip ini berfungsi sebagai ruang untuk pembelajaran, dialog, dan pembangunan komunitas dengan mengumpulkan, merawat, dan mempresentasikan jejak sejarah Asmat yang tersebar di berbagai tempat.

Kami percaya bahwa arsip lebih dari sekadar dokumen; arsip merupakan jembatan penting yang menghubungkan generasi saat ini dengan warisan leluhur mereka. Melalui inisiatif ini, Pusat Arsip dan Penelitian Budaya Asmat berupaya untuk menghubungkan kembali masyarakat Asmat, khususnya generasi muda, dengan sejarah, identitas, dan pengetahuan lokal mereka.

Blog & Article

Kisah Cinta Segi Tiga Antara Bis, Pis, dan Beworpit

Cerita asal: Kampung Atsj Diceritakan oleh: Michael Binkumces Diterjemahkan oleh: Yufen A. Biakai Konon pada zaman dahulu, di pertengahan Sungai Sirets, hiduplah seorang pemuda bernama Pis. Pekerjaannya sehari-hari adalah berburu, dan ia selalu berhasil dalam setiap perburuannya sehingga seluruh warga kampung senantiasa ikut menikmati hasilnya. Pada masa itu, hidup pula seorang gadis jelita bernama Bis, yang di tempat lain disebut juga Bisaut. Namanya tersohor karena kecantikannya yang luar biasa. Bis dikawinkan dengan Pis bukan karena ketampanan pemuda itu, melainkan karena keahliannya berburu agar orang tua Bis selalu mendapat jatah hasil buruan. Alasan lainnya adalah karena Pis memiliki kulit kaskadu (bersisik/penyakit...

Cerita asal: Kampung Yamas Diceritakan oleh: Bapak N. Owse Diterjemahkan oleh: Yufen A. Biakai Dalam sejarah Asmat, peperangan di masa lalu telah menyebabkan punahnya beberapa kampung bahkan kelompok besar. Salah satu yang paling tragis adalah punahnya kelompok Kaimes, yang terdiri dari kampung Canir, Sinamer, Watep, Osar, Yaremar, Sikao, Jamau, Pis, One, Jae, Sar, dan Kaimes itu sendiri. Kelompok ini musnah di tangan kelompok Joerat—yang terdiri dari Yamas, Yeni, Yufri, Yaun, As, Atat, Nakai, Kapi, dan Ao. Konon, kelompok Joerat ini berhasil menghabisi kelompok Kaimes berkat bantuan Ucukamor. Ucu berarti pohon beringin, sedangkan Kamor berarti penjelmaan roh halus. Ucukamor adalah penjelmaan...

Cerita asal: Kampung Yipawer Diceritakan oleh: Bapak Tamneko Diterjemahkan oleh: Yufen A. Biakai Konon, di tepian Sungai Pomats, tepatnya di sebuah anak sungai bernama Esee yang terletak di dekat Kampung Yamas, hiduplah sebuah keluarga kecil. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan seorang putra bernama Sot. Beranjak dewasa, Sot tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan dan pemberani. Di sana, tinggal pula seorang nenek bernama Bunai bersama mereka. Alkisah, Bunai menaruh hati pada Sot. Seluruh keluarga memang menyayangi pemuda itu, namun perasaan Bunai jauh lebih dalam; ia sangat mencintai Sot dan bertekad menjadikannya sebagai suami. Untuk mewujudkan niatnya, Bunai berpura-pura mengajak...

Asmat Cultural Archives and Research Center

“Reconnecting the Asmat with Their Own Archives and Knowledge”

Newsletter

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Get in touch

Copyright © 2026 Asmat Cultural Archives and Research Center

You cannot copy content of this page